Saturday, March 9, 2013

cerita masa kanak-kanak

Saya tumbuh di sebuah kampung yang kecil namun terasa luas sekali dalam ingatan. Yang ternyata hanya berjarak kurang lebih 1 km dari kediaman kami, jarak waktu pertama kali tour sepeda (pit-pitan) pertama kali, ketika itu baru saja aku merasa yakin bisa naik sepeda mini, dalam benakku kala itu jarak yang dekat tersebut sudah sungguh jauuuh sekali. Perasaan aneh dan asing terhadap lingkungan, yang sebenarnya hanya sejengkal saja untuk orang dewasa itu tertanam kuat dalam ingatanku. Jalanan aspal, pohon-pohon tinggi, lalu lintas yang sibuk, orang-orang asing, sinar matahari yang berbeda, kesan baru campur aduk dengan perasaan takut salah jalan... hah!
Perasaan asing itu masih tetap ada tapi tak kutemukan lagi ketika berada di tempat yang sama ketika rasa asing dan jauh itu muncul untuk pertama kalinya.

Sesuatu yang sama ku rasa akan lebih sulit eksis dengan majunya teknologi saat ini. Sekarang aku semakin jauh lagi dari tempat semula tapi setiap saat berasa tak berpindah tempat dan dapat hadir di mana saja. Lha wong ternyata masih di planet yang sama! Justru dunia masa kanak-kanak lah yang semakin menjauh. Dunia itu seperti gambar yang kabur kalau tak ditengok lagi namun tak bakalan bisa dihapus begitu saja, karena ternyata banyak hal pada masa kecil yang secara bawah sadar ikut menjadikan yang sekarang.

Dengan ini aku mulai babak baru tema blog ini yaitu perpaduan masa lalu dan masa sekarang. Selain tetap dengan foto sepeda-sepeda rusak, yang dibiarkan begitu saja di jalan-jalan, yang saya lalui di kota besar yang sangat jauh dari kampung halamanku, aku isi dengan cerita masa lalu, masa kanak-kanak yang masih bisa teringat. Sebuah kenyataan di mata anak kecil yang diceritakan ulang oleh anak tidak kecil lagi. Sekaligus untuk melatih berbahasa asing di mana aku sekarang berada, bahasa ibu akan diterjemahkan juga. Perpaduan antara di sini saat ini dan di sana masa lalu dalam blog ini kedepannya semoga bermanfaat. Katanya kalau ingin tahu masa depan harus tahu lebih dulu masa lalu.

Yang jelas, seperti yang diajarkan lagu masa di TK:

Di sini senang 
Di sana senang 
Di mana-mana hatiku senang
lala lala lalala... dst.

sampai jumpa lagi
bis dann!



No comments:

Post a Comment