Thursday, March 14, 2013

Trimo die Schlange



Er hieß Trimo die Schlange, denn in seiner Hemdtasche versteckt er seine kleine Schlange. Eine kleine Schlange, deren Gift sehr gefährlich ist. Sein Schritt war fast so lange wie die Länge seines Körpers, der so klein war im Vergleich mit den anderen javanischen Menschen, vielleicht war er nicht größer als 150cm. Wenn man ihn sah, erinnerte man sich an Popeye. Immer schwarz gekleidet und eine Peci (eine Art indonesischer  Hut), der auch pechschwarz war. Er war so einengagierter Mensch. Immer wenn jemand gestorben ist, trug er die Hansip Uniform, um den Verkehr zu ordnen. Für diese Tätigkeit hat er wahrscheinlich nur drei Mahlzeiten bekommen.
Außer die kleine schwarze Schlange in seinem Hemdtasche, steckten dort auch mehrere Batterien „ABC“, ich wusste nicht genau wofür er die Batterien  immer dabei hatte. Einmal war ich dabei, an jenem Abend als er vorbei gelaufen war, hat er viel geredet über seine Schlange und Batterien. Die Leute hatten mit Enthusiasmus seine Erzählungen zugehört, manchmal lachten wir zusammen über seine lustige Geschichte. Ich war damals noch sehr klein und hatte keine Ahnung, worum es ging, warum alle so gelacht haben, aber trotzdem lachte ich auch…
Seine Haare war immer lang und nass, vermutlich mit Brisk oder Pomade, das waren bekannte Marke für Haarestling. Ich fand es trotzdem ekelhaft, wenn ich seine Haare so klebrigen Haare sah. Aber Mitleidsgefühl hatte ich auch wenn ich ihn sah, viele Frage hatte ich im Kopf…  Wer war er eigentlich? warum war er immer alleine? Wie war eigentlich sein Leben?
Die Frage bleibt offen, ich war auch noch klein, wenn ich mich nicht falsch erinnere, war ich noch in der Grundschule als ich gehört habe, dass er gestorben ist, weil ihn die kleine Schlange gebissen hat.

Saturday, March 9, 2013

cerita masa kanak-kanak

Saya tumbuh di sebuah kampung yang kecil namun terasa luas sekali dalam ingatan. Yang ternyata hanya berjarak kurang lebih 1 km dari kediaman kami, jarak waktu pertama kali tour sepeda (pit-pitan) pertama kali, ketika itu baru saja aku merasa yakin bisa naik sepeda mini, dalam benakku kala itu jarak yang dekat tersebut sudah sungguh jauuuh sekali. Perasaan aneh dan asing terhadap lingkungan, yang sebenarnya hanya sejengkal saja untuk orang dewasa itu tertanam kuat dalam ingatanku. Jalanan aspal, pohon-pohon tinggi, lalu lintas yang sibuk, orang-orang asing, sinar matahari yang berbeda, kesan baru campur aduk dengan perasaan takut salah jalan... hah!
Perasaan asing itu masih tetap ada tapi tak kutemukan lagi ketika berada di tempat yang sama ketika rasa asing dan jauh itu muncul untuk pertama kalinya.

Sesuatu yang sama ku rasa akan lebih sulit eksis dengan majunya teknologi saat ini. Sekarang aku semakin jauh lagi dari tempat semula tapi setiap saat berasa tak berpindah tempat dan dapat hadir di mana saja. Lha wong ternyata masih di planet yang sama! Justru dunia masa kanak-kanak lah yang semakin menjauh. Dunia itu seperti gambar yang kabur kalau tak ditengok lagi namun tak bakalan bisa dihapus begitu saja, karena ternyata banyak hal pada masa kecil yang secara bawah sadar ikut menjadikan yang sekarang.

Dengan ini aku mulai babak baru tema blog ini yaitu perpaduan masa lalu dan masa sekarang. Selain tetap dengan foto sepeda-sepeda rusak, yang dibiarkan begitu saja di jalan-jalan, yang saya lalui di kota besar yang sangat jauh dari kampung halamanku, aku isi dengan cerita masa lalu, masa kanak-kanak yang masih bisa teringat. Sebuah kenyataan di mata anak kecil yang diceritakan ulang oleh anak tidak kecil lagi. Sekaligus untuk melatih berbahasa asing di mana aku sekarang berada, bahasa ibu akan diterjemahkan juga. Perpaduan antara di sini saat ini dan di sana masa lalu dalam blog ini kedepannya semoga bermanfaat. Katanya kalau ingin tahu masa depan harus tahu lebih dulu masa lalu.

Yang jelas, seperti yang diajarkan lagu masa di TK:

Di sini senang 
Di sana senang 
Di mana-mana hatiku senang
lala lala lalala... dst.

sampai jumpa lagi
bis dann!



Thursday, January 31, 2013

berita cuaca

Cuaca datang tak dijemput pulang juga tak diantar..
tiba-tiba suhu di München dan sekitarnya menghangat, istilahnya disini melembut (mild)..sampai 14 derajat celcius! gunungan putih salju sudah tak berbekas, jalanan kampung yang tak beraspal mulai becek, trotoar-trotoar tanpa pedagang kaki lima penuh dengan kerikil atau split, yang tempo hari disebarkan untuk mengurangi licinnya es.. matahari pun berani unjuk gigi..
tapi memperkirakan cuaca sudah umum, katanya mulai senin badai salju mulai datang lagi, bahkan lebih dashyat dari yang kemarin.. waaah. kalau begitu jaket tebal dan sepatu bootnya jangan disimpan dulu..kethu dan kaos tangan tetap ada dijangkauan..
siap-siap tak ada salahnya..sedia payung sebelum hujan, sepeda dikunci dulu sebelum pergi..
s.m.

Friday, January 25, 2013

Ngalor-ngidul bro!

Masih bulan januari yang meresahkan! Dingin-dingin empuk.. tapi jangan salah kalau suhu teramat dingin, misalnya minus 10 atau lebih, dingin empuknya salju akan mengeras seperti batu, bisa jual es gosrok kalau di Indonesia. Lelehan air salju di atas jalan aspal akan seperti mengeras juga seperti gelas yang sangat licin melapisi jalanan, jika memang setelah agak hangat kemudian temperaturnya ekstrim berbalik arah.. saat itu adalah paling berbahaya untuk lalulintas.
 
Sepeda yang ditinggalkan sendirian ini, mungkin nggak rusak tapi kelak akan rusak jika dibiarkan terus menerus ditengah salju, karatan sudah akan pasti!

Sang empunya paling malas untuk urusi sepeda-sepeda di atas, ah nanti beli lagi!! negara makmur rakyatnya juga makmur, banyak uang untuk apa!
Kalau tak ada sepeda baru yang dibeli bagaimana nanti jalannya ekonomi??.. pabrik sepeda akan gulung tikar, pekerjanya akan di PHK, tak ada uang untuk makan sehari-hari, yang jual makanan tak laku dan terpaksa tak bisa kulakan lagi, atau harus menunda beli baju baru atau keperluan lainnya, rekening listrik, air dan telepon sudah siap menanti semuanya setiap awal bulan.. nah bravo! barang rusak sudah biasa karena dengan itu jalannya ekonomi bisa licin selicin jalanan bulan januari..

s.m.

Sunday, January 20, 2013

Alleine

Januari, bulannya hujan berhari-hari.. karenanya jika pengelolaan air hujan tak memadai banjir bandang tak dapat dihindari. Di sini, tempat yang jauh di utara khatulistiwa, di mana matahari sering absen, karena doi lebih senang berkunjung di sekitar ekuator, bulan januari ini juga sering turun hujan, kadangkala juga sampai  berhari-hari sesuai dengan ungkapan pada awal kalimat. Pada bulan ini temperatur sering di bawah 0 derajat celcius. Kalau suhu sudah begitu dingin, lalu turun hujan, air hujan yang turun jadi salju, jika saljunya turun banyak sekali akan semakin menumpuk, dan mengganggu jalanan, permukaan jalan jadi licin, oleh karenanya mobil wajib pakai ban yang cocok dengan musim dingin. Memang tumukan salju indah dipandang tapi tak nyaman untuk dialami.. apalagi kalau cuma sendirian seperti sepeda yang ada di atas.
s.m.

Friday, January 18, 2013

Euch, ein gutes neues jahr 2013

Schon lang war es..
jetzt bin ich wieder im Lande.. und dieser Blog wird aktiviert.

Happy New Year 2013!
s.m.

Thursday, August 4, 2011

Serupa tapi tak Sama


Pagar tak berpohon apalagi yang besi adalah tempat favorit
untuk menyandarkan sepeda terus menggemboknya, 
dengan harapan para penggemar sepeda tak mampu menggondolnya.



Namun persoalannya kalau si pencuri sendiri yag melalukannya itu, 
tanda sial bagi empunya sepeda, dia musti repot sendiri.
tak ada yang mau mengerti, akhirnya sepeda itu pun dilupakan
begitu saja!
kalau yang telah rela menyisihkan gajinya untuk memberi keuntungan
para pedagang saja sudah tak ambil pusing
apalagi
para pencuri, kleptorer, maling, orang biasa
yang iseng-iseng dengan sengaja mencangkingnya dari mana saja
kepunyaan siapa saja yang kebetulan lengah tak terkunci 
atau memang kunci gembok yang kurang mutakhir
Nah ya..
eling lan waspodo
kapan pun dan di mana pun
itu saja.